SUPER FLU Mengancam Kehidupan Manusia

SUPER FLU Mengancam Kehidupan Manusia

Dunia tengah menghadapi peningkatan aktivitas influenza yang cukup signifikan di akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026.

Beberapa negara melaporkan lonjakan kasus flu berat ini, mengajak intansi kesehatan terkait untuk meningkatkan pengawasan dan menghimbau vaksinasi serta kewaspadaan masyarakat.

Super Flu itu apa?

Super flu merupakan penyebutan umum untuk varian virus influenza yang memiliki tingkat keganasan lebih tinggi.

Dalam kajian ilmiah, virus tersebut diklasifikasikan sebagai influenza A subklade H3N2 K.

Ciri utama dari super flu terletak pada daya penularan yang sangat tinggi di masyarakat. Kondisi tersebut dipicu oleh adanya perubahan genetik pada virus yang membuatnya semakin efisien dalam menyerang sel-sel pada saluran pernapasan manusia.

Bagaimana mengenali gejala super flu?

Umumnya flu biasa memiliki gejala demam ringan disertai hidung meler, namun berbeda dengan gejala dari super flu sebagai berikut:

1. Demam tinggi dengan suhu 39-41 derajat celcius
2. Nyeri sendi serta otot yang cukup mengganggu (tubuh lemas)
3. Pusing yang lebih intens
4. Sakit tenggorokan tajam dan batuk kering

Cara pencegahan :

vaksinasi influenza tahunan, memakai masker saat keluar rumah, jika merasakan gejalanya segera isolasi mandii. Melansir dari dr. Fauzan Azhari SpPD.

Melansir dari laporan AntaraNews menyebutkan bahwa di Indonesia, fenomena flu berat yang kerap disebut “super flu” mulai muncul sejak akhir 2025 dan terus mendapat sorotan media serta intansi kesehatan.

Kementerian Kesehatan mencatat hingga awal Januari 2026 ada lebih dari 62 kasus super flu dari varian Influenza A H3N2 subclade K yang telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium, Wamenkes memberikan statement bahwa jumlah kasus super flu masih dalam batas aman, sehingga masyarakat tidak perlu panik.

Tanggapan pemerintah Indonesia bukan hanya sekadar peringatan.

Baca juga  IKAPJ Hadir Meriahkan Wisuda ke-48 Polije, Ajak Alumni Jaga Nama Baik Almamater

Menteri Kesehatan mengklarifikasi bahwa super flu adalah varian influenza yang sebenarnya telah ada selama puluhan tahun, meskipun subclade baru ini menunjukkan karakter penyebaran yang lebih cepat.

Ia menegaskan bahwa hal ini berbeda dari pandemi COVID-19 yang merupakan virus baru bagi manusia, sehingga kekebalan masyarakat terhadap influenza sudah berakar sejak lama melansir dari laporan AntaraNews.

Peningkatan kasus influenza berat atau yang dikenal sebagai “super flu” pada akhir 2025 hingga awal 2026 menjadi perhatian global, termasuk di Indonesia.

Super flu yang disebabkan oleh varian Influenza A H3N2 subclade K memiliki tingkat penularan tinggi dan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, sehingga memerlukan kewaspadaan masyarakat.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kondisi ini masih dalam batas aman dan berbeda dengan pandemi COVID-19 karena virus influenza telah lama dikenal dan kekebalan masyarakat sudah terbentuk.

Oleh karena itu, langkah pencegahan seperti vaksinasi influenza tahunan, penggunaan masker, serta isolasi mandiri saat bergejala menjadi kunci utama untuk menekan penyebaran tanpa menimbulkan kepanikan berlebihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *