Wujudkan Mimpi Lewat Pendidikan

Wujudkan Mimpi Lewat Pendidikan

Cahaya hati anak tengah bangsa, seperti mimpi yang di Didik dan di Pupuk. Keberlangsungan hidup anak timur bangsa, menjadi ukuran sedekah bagi anak bangsa yang berkeuntungan. Pendidikan kita berubah menjadi abu, apa yang mereka tabur, kita yang dipaksa menuai.

Biarkan saja mimpi ini bergerak liar kesana kemari, bahaya yang mendatang, bukanlah akhir dari sebuah tantangan. Jadikan mimpi ini sebagai bahaya yang tak ada ujungnya, toh kita hidup untuk terus bertahan. Teruslah berlari untuk mengejar mimpi, yakinkan hati dan pikiran, bahwa pendidikan mampu mengawal mimpi.

Awali dengan cerita untuk mendidik, karena buah hasil pendidikan tak akan menghianati akhir cerita mimpi.Mulailah dari hati, lalu lanjutkan dengan mengangkat kaki, pergi segera, karena semua harus diawali dengan berani.

Tidak ada mimpi yang mampu menyampaikan kegagalan nya sendiri, pada dasarnya kita menitih pada hal yang pasti. Tak ada Tanya yang datang langsung dengan Jawaban. Ambil penamu, tuliskan kerangka mimpimu, utarakan semua yang kau mau, tak usah bersembunyi dibalik tirai kegagalanmu.

Gantungkan kertas mimpimu pada pendidikan yang pasti, bukan pada sedekah mimpi yang menguasai negeri. Hanya ada satu kalimat yang bermutasi dari mimpi, “perjuangkan hak untuk Berdikari”.

Kawal semua hak berdikari ini, gaungkan seruan untuk saling meyakini, walaupun kita hidup didunia yang tidak pasti, paling tidak kamu bisa mengawali dan menjadi bukti, bahwa hidup kita hanya satu kali, dan ini layak untuk diperjuangkan sampai mati.

Menunda perjuangan bukanlah alasan untuk merasa cukup dengan apa yang ada. Mulailah dengan hati yang tulus, dengan niat yang teguh. Setiap langkah yang kita ambil, setiap usaha yang kita lakukan, adalah bagian dari perjuangan untuk pendidikan yang sejati.

Baca juga  IKAPJ Hadir Meriahkan Wisuda ke-48 Polije, Ajak Alumni Jaga Nama Baik Almamater

Tantangan bukan lagi menjadi halangan utama, karena mimpi kita lebih besar daripada segala ketakutan yang ada. Pendidikan adalah hak yang harus diperjuangkan, bukan sedekah yang diberikan kepada sebagian orang saja.

Mari kita satukan suara untuk memastikan bahwa pendidikan yang pasti, bukan lagi sebuah angan, tetapi kenyataan yang harus terwujud. Tak ada lagi alasan untuk diam. Jika kita ingin perubahan, jika kita ingin mimpi ini menjadi nyata, maka kita harus berdiri tegak dan berkata dengan lantang, “Pendidikan adalah hak kami, dan kami akan memperjuangkan hak kami tersebut”

Penulis
khoirul azka azkiya
Mahasiswa Pasca Sarjana
Politeknik Negeri Jember

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *