Serah Terima Kepengurusan IKAPJ Periode 2026–2031 Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan
18 Juni 2026 – IKAPJ secara resmi melaksanakan serah terima kepengurusan dari periode 2021–2026 kepada pengurus baru periode 2026–2031 yang berlangsung di Sekretariat IKAPJ, Gedung Pascasarjana Politeknik Negeri Jember. Acara ini dilaksanakan dengan penuh khidmat dan suasana kekeluargaan sebagai wujud keberlanjutan organisasi dalam menjalankan visi, misi, serta program kerja di masa mendatang.
Serah terima kepengurusan merupakan bagian penting dalam dinamika organisasi yang menandai berakhirnya masa bakti pengurus periode 2021–2026 sekaligus dimulainya kepemimpinan baru periode 2026–2031. Momentum ini menjadi simbol estafet kepemimpinan yang diharapkan mampu menjaga semangat kebersamaan, memperkuat soliditas organisasi, dan meningkatkan peran alumni dalam berbagai bidang.
Dengan resmi dilaksanakannya serah terima kepengurusan, pengurus IKAPJ periode 2026–2031 kini mengemban amanah untuk melanjutkan serta mengembangkan visi organisasi. Tantangan dan peluang di masa depan diharapkan dapat dijawab melalui kolaborasi, semangat kebersamaan, serta komitmen yang kuat dari seluruh anggota dan pengurus.
Kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan berbagai program yang progresif, memperkuat jaringan alumni, meningkatkan kontribusi kepada almamater, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap organisasi menjadi modal utama untuk mewujudkan IKAPJ yang semakin solid, aktif, dan berdaya guna.
Terima kasih kepada pengurus IKAPJ periode 2021–2026 atas segala dedikasi dan pengabdiannya. Selamat mengemban amanah kepada pengurus IKAPJ periode 2026–2031. Semoga senantiasa diberikan kelancaran, kekuatan, dan kesuksesan dalam menjalankan tugas demi kemajuan organisasi.
Sinergi IKAPJ dengan POLIJE : Perkuat Kualitas Alumni dan Konektivitas Dunia Kerja
Jember, 18 Juni 2026 – Komitmen untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan vokasi, alumni, dan industri terus diwujudkan melalui sinergi antara Ikatan Keluarga Alumni Politeknik Negeri Jember (IKAPJ) dan Politeknik Negeri Jember (POLIJE). Hal tersebut menjadi fokus utama dalam pertemuan koordinasi yang diselenggarakan di Gedung A3 POLIJE.
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan berbagai program kerja yang bertujuan mendukung peningkatan kualitas lulusan sekaligus memperluas peluang karier bagi mahasiswa dan alumni POLIJE. Melalui kolaborasi yang erat, IKAPJ berperan sebagai jembatan yang menghubungkan kampus dengan dunia usaha, dunia industri, serta berbagai sektor profesional yang menjadi tujuan para lulusan.
Dalam diskusi yang berlangsung, kedua pihak membahas berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan jaringan alumni, pengembangan program magang dan rekrutmen, penyediaan informasi peluang kerja, hingga dukungan terhadap kegiatan pengembangan kompetensi mahasiswa. Kehadiran alumni yang telah berkiprah di berbagai bidang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan institusi dan peningkatan daya saing lulusan.
Sinergi antara IKAPJ dan POLIJE merupakan wujud komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan tercipta hubungan yang semakin kuat antara kampus, alumni, dan dunia kerja sehingga mampu mempercepat serapan lulusan serta meningkatkan kontribusi alumni bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
Melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi, IKAPJ dan POLIJE optimis dapat menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, alumni, dan seluruh pemangku kepentingan.
Momentum besar untuk memperkuat sinergi antara alumni, kampus, dan dunia industri dalam mewujudkan alumni yang mandiri, berdaya saing global, serta berdampak bagi bangsa 🇮🇩
📅 14 – 16 Mei 2026 📍 PT. Benih Citra Asia
Melalui KONGRES KE-2 IKAPJ (Ikatan Keluarga Alumni Politeknik Negeri Jember) 2026, melalui kegiatan ini, alumni serta pengurus IKAPJ cabang dari berbagai daerah dan IKAPJ jurusan berpartisipasi dalam merumuskan arah organisasi yang lebih solid, progresif dan kolaboratif.
Kongres ini merupakan forum permusyawaratan tertinggi untuk membahas isu strategis, mengevaluasi kinerja, menetapkan program kerja, serta memperkuat arah gerak organisasi ke depan.
Dengan tema: “Menuju Alumni yang Mandiri, Berdaya Saing Global, dan Berdampak bagi Bangsa”
Mari bersama membangun IKAPJ yang lebih kuat dan berdampak 🤝
IKAPJ sukses menyelenggarakan Temu Kangen Alumni POLIJE angkatan tahun 90, acara ini dilaksanakan di Balai Latihan Kerja pada hari sabtu, 27 Desember 2025 mulai jam 09.00 hingga sore hari jam 17.00.
Acara berlangsung dengan berbagai kegiatan yakni pembagian Beasiswa kepada mahasiswa dan mengelilingi kampus Politeknik Negeri Jember yang sudah mengalam banyak kemajuan.
Reuni merupakan momen yang sangat berarti bagi para alumni Politeknik Negeri Jember, terutama bagi mereka yang sudah lama tidak bertemu dengan teman-teman semasa kuliah.
Kesibukan pekerjaan, jarak geografis, serta tuntutan kehidupan sering kali membuat hubungan yang dulu dekat menjadi renggang.
Para alumni memiliki kesempatan untuk kembali menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan yang sempat terputus oleh waktu.
Salah satu manfaat utama reuni adalah menghidupkan kembali kenangan masa kuliah yang penuh perjuangan, canda, dan kebersamaan.
docs: Foto bersama
Bertemu langsung dengan teman lama dapat membangkitkan rasa nostalgia yang memberikan kebahagiaan tersendiri. Cerita-cerita lama tentang kegiatan praktikum, tugas akhir, hingga pengalaman organisasi kampus menjadi bahan obrolan yang menghangatkan suasana dan memperkuat ikatan emosional antaralumni.
Reuni juga menjadi sarana yang efektif untuk memperluas dan memperkuat jaringan profesional. Alumni Politeknik Negeri Jember kini telah menempati berbagai posisi dan bidang pekerjaan yang berbeda.
Buyung masuk kuliah tahun 1990 dan lulus 1993 memberikan pesan dan kesan, “ terimakasih atas support adik adik IKAPJ yang telah membantu acara reuni 90, acara kemarin terkesan sangat luar biasa karena berhasil menghidupkan sambung rasa yang sudah terkubur selama 32 tahun, rasa haru, persaudaraan, kasih sayang, saling tukar pikiran. semoga IKAPJ selalu support dan memberi wadah untuk menyelenggarakan reuni semua angkatan dan memberi informasi untuk kemajuan almamater”. ucapnya
Dalam suasana reuni yang santai, sering kali muncul peluang untuk berbagi informasi seputar dunia kerja, bisnis, maupun kolaborasi profesional. Hal ini tentu sangat bermanfaat, baik bagi alumni yang sudah mapan maupun yang sedang mencari peluang baru.
Selain itu, reuni dapat menjadi wadah untuk saling berbagi pengalaman hidup dan inspirasi. Perjalanan karier, tantangan yang dihadapi, serta keberhasilan yang diraih oleh masing-masing alumni dapat menjadi motivasi bagi yang lain. Dari pertemuan ini, alumni dapat belajar satu sama lain dan mendapatkan sudut pandang baru yang berguna untuk pengembangan diri.
Manfaat lainnya adalah memperkuat rasa memiliki terhadap almamater. Melalui reuni, para alumni diingatkan kembali pada peran Politeknik Negeri Jember dalam membentuk keterampilan dan karakter mereka. Rasa kebersamaan ini dapat mendorong alumni untuk berkontribusi lebih jauh, baik dalam bentuk dukungan moral, jaringan industri, maupun partisipasi dalam kegiatan kampus.
Sebagai penutup Buyung juga menyampaikan pesan moral kepada adik adik alumni dan mahasiswa yang masih aktiv kuliah di POLIJE, Cakrawala itu luas dan indah, gapailah semua keindahan dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, skill dan karakter yang baik. Tutup Buyung.
“Kompetitif diluar memang sangat kuat tapi yakinlah kualitas Alumni Politeknik Negeri Jember tidak kalah saing. Semangatlah belajar, percaya diri dan selalu mengembangkan sikap baik, jangan takut gagal, manfaatkan kesempatan, rendah hati, jujur, jadilah insan bertaqwa dan informatif, mencari info dari luar”
( Buyung )
Ikatan Keluarga Alumni Politeknik Negeri Jember (IKAPJ) berpartisipasi aktif dalam kegiatan Scholarship Hack 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Jember.
Program ini dirancang khusus untuk membekali mahasiswa dan fresh graduate dengan strategi efektif dalam meraih berbagai beasiswa, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan beragam wawasan penting, mulai dari jenis-jenis beasiswa, persyaratan umum, tahapan seleksi, hingga bimbingan penyusunan dokumen pendukung seperti Curriculum Vitae (CV), motivation letter, study plan, dan surat rekomendasi.
Selain itu, peserta juga dibekali tips dan strategi menghadapi sesi wawancara, yang sering kali menjadi tahap paling menentukan dalam proses seleksi beasiswa.
Ketua IKAPJ, Firdaus Malik, menyampaikan bahwa keterlibatan alumni dalam kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata sinergi antara alumni dan mahasiswa aktif untuk meningkatkan daya saing akademik lulusan Politeknik Negeri Jember.
“Kami di IKAPJ berkomitmen untuk selalu mendukung mahasiswa Polije agar terus berkembang. Melalui kegiatan seperti Scholarship Hack ini, kami ingin membuka jalan agar mereka memiliki akses dan kemampuan lebih untuk bersaing mendapatkan beasiswa, baik nasional maupun internasional,” ujar Firdaus.
Ia juga menambahkan bahwa peran alumni tidak berhenti setelah lulus, melainkan terus berlanjut dalam bentuk pendampingan, mentoring, dan networking.
“Semangat alumni adalah semangat berbagi. Kami ingin setiap generasi Polije mampu melangkah lebih jauh,” imbuhnya.
Dengan terselenggaranya Scholarship Hack 2025, diharapkan semakin banyak mahasiswa dan lulusan Politeknik Negeri Jember yang mampu memanfaatkan peluang beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan membawa nama baik kampus di kancah nasional maupun internasional.
Ikatan Keluarga Alumni Politeknik Negeri Jember (IKAPJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kompetensi mahasiswa, 07/08/ 2025. Kali ini, IKAPJ berpartisipasi dalam kegiatan Health Communication Development Class (HCDC) 2025 yang mengusung tema “Optimalisasi Komunikasi Kesehatan di Era Digitalisasi untuk Mewujudkan Tenaga Kesehatan yang Adaptif dan Inovatif.”
Kegiatan yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Jember ini menjadi ajang pembelajaran sekaligus refleksi penting bagi mahasiswa dan calon tenaga kesehatan.
Melalui acara ini, peserta diajak memahami betapa vitalnya peran komunikasi yang efektif dalam dunia kesehatan, terutama di tengah perkembangan teknologi digital yang begitu cepat.
Sebagai bentuk dukungan nyata, IKAPJ menghadirkan salah satu pengurusnya, Rizki Puspaning Safitri, S.ST, alumni Politeknik Negeri Jember jurusan kesehatan angkatan 2010 yang saat ini menjabat sebagai Komisi Organisasi IKAPJ, untuk berbagi pengalaman dan wawasan.
Rizki Puspaning Safitri saat penerimaan piagam
Dalam sesi pemaparan materinya, Rizki menekankan bahwa kemampuan komunikasi yang baik bukan sekadar keterampilan pelengkap, tetapi merupakan aspek kunci dalam pelayanan kesehatan. Ia mengajak peserta untuk memahami pentingnya komunikasi yang empatik, jelas, dan humanis agar dapat membangun kepercayaan antara tenaga kesehatan dan masyarakat.
“Di era digital, komunikasi bukan hanya soal berbicara langsung dengan pasien, tetapi juga bagaimana tenaga kesehatan mampu memanfaatkan media digital untuk menyampaikan pesan kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab,” ujar Rizki dalam penyampaiannya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perubahan teknologi, mulai dari cara menyebarkan informasi kesehatan di media sosial hingga menjaga etika profesional dalam komunikasi digital.
Kehadiran IKAPJ dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara alumni dan mahasiswa Politeknik Negeri Jember.
Melalui keterlibatan aktif seperti HCDC 2025, IKAPJ terus berkomitmen mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, agar mampu menjadi tenaga profesional yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di era digitalisasi.
Politeknik Negeri Jember (Polije) kembali mencatat sejarah dengan menggelar Wisuda ke-48 yang berlangsung di GOR Perjuangan 45 Polije, Sabtu (11/10/2025).
Sebanyak 1.581 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan dari empat kampus, yakni Kampus Utama Jember, Kampus 2 Bondowoso, Kampus 3 Nganjuk, dan Kampus 4 Sidoarjo.
Prosesi wisuda dilaksanakan selama dua hari, pada 11 dan 12 Oktober 2025, dan dihadiri ribuan keluarga, dosen, serta tamu undangan.
Dalam sambutannya, Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian luar biasa tersebut.
“Wisuda ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Polije, tetapi juga bagi seluruh orang tua dan masyarakat yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di kampus vokasi unggulan ini,” ujarnya.
Tahun 2025 menjadi momen penting bagi Polije karena kampus ini dipercaya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai rujukan nasional program beasiswa tugas belajar atau alih jenjang pendidikan kesehatan.
Melalui program tersebut, tenaga kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia dapat meningkatkan kualifikasi pendidikan dari Diploma 3 (D3) ke Sarjana Terapan (D4/S1) atau Profesi.
“Polije menerima amanah dari Kemenkes untuk melanjutkan keberlanjutan lintas jenjang di bidang kesehatan, khususnya ke jenjang S1 Terapan pada Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan,” jelas Saiful. “Ini menjadi bukti nyata implementasi tagline Kemendikbud Saintek Berdampak bagi masyarakat.”
Menurutnya, kepercayaan pemerintah tersebut menegaskan posisi Polije sebagai salah satu kampus vokasi terbaik di Indonesia.
“Amanah ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu sumber daya manusia dan layanan pendidikan di seluruh kampus Polije,” tambahnya.
prosesi penyerahan alumni kpd IKAPJ
Selain dari pimpinan kampus, dukungan dan kebanggaan juga datang dari Ikatan Keluarga Alumni Politeknik Negeri Jember (IKAPJ). Ketua IKAPJ, Firdaus Malik, saat ditemui dilokasi dimana beliau juga bertugas pada prosesi penyerahan alumni setiap moment wisuda, menyampaikan apresiasi dan pesan inspiratif kepada para wisudawan.
“ Saya ucapkan Selamat kepada seluruh wisudawan Polije yang hari ini resmi menjadi bagian dari keluarga besar alumni. Gelar yang diraih bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk berkontribusi nyata di masyarakat,” ujar Firdaus.
Ia juga menegaskan bahwa peran alumni Polije telah terbukti di berbagai sektor industri dan pemerintahan, serta menjadi bukti nyata kualitas lulusan kampus vokasi tersebut. “Kami, para alumni, siap mendukung dan membuka jejaring kolaborasi bagi lulusan baru agar bisa berkembang di dunia kerja maupun wirausaha. Mari terus membawa nama baik almamater dengan semangat profesionalisme dan kepedulian sosial,” imbuhnya.
Tak hanya di tingkat nasional, Polije juga terus memperluas kiprahnya ke kancah internasional.
Tahun ini, kampus tersebut berhasil mencatat penerimaan mahasiswa baru terbanyak sepanjang sejarah, yakni sekitar 3.500 mahasiswa.
Selain itu, Polije juga menjadi tuan rumah ajang internasional Agricultural Innovation and Technology Competition (AITEc) yang diikuti enam negara dan berhasil meraih juara umum dalam bidang pertanian.
“Kepercayaan dan pengakuan internasional ini menunjukkan bahwa Polije mampu bersaing di tingkat global. Ini sejalan dengan visi kami untuk menjadi perguruan tinggi unggul dan berdaya saing di bidang agrotropika,” tegas Saiful.
Menutup prosesi wisuda, Saiful berharap seluruh lulusan terus menjaga nama baik almamater dan membawa semangat vokasi di setiap langkah karier mereka.
“Jangan pernah berhenti belajar. Teruslah berinovasi, berkarya, dan berkontribusi bagi masyarakat. Jadilah kebanggaan Polije dan bukti nyata bahwa pendidikan vokasi bisa berdampak besar bagi bangsa,” pungkasnya.
Politeknik Negeri Jember merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasional, yaitu program pendidikan yang mengarah proses belajar mengajar pada tingkat keahlian, keterampilan, dan standar kompetensi yang spesifik.
Lulusan POLIJE memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan stakeholder, serta mempunyai kemandirian dalam berkarya dan berwirausaha berbasis IPTEKS yang diperolehnya.
Bagi mahasiswa yang sudah selesai menempuh pendidikan di POLIJE akan tergabung dalam wadah Ikatan Keluarga Alumni Politeknik Negeri Jember ( IKAPJ ).
IKAPJ dan CDC mengadakan JOB FAIR yang diselenggarakan pada Hari Sabtu, 2 Agustus 2025 dan berlangsung secara sukses.
Puluhan perusahaan dari berbagai latar belakang bisnis berpartisipasi aktif untuk mencari talenta terbaik yang datang pada saat acara JOB FAIR berlangsung.
Ribuan pelamar kerja datang dan melamar pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, bahkan alumni diluar kampus Polije juga hadir.
Dalam sesi diskusi Ari Prihastuti memandu acara dan dikemas secara menarik, turut hadir Ketua IKAPJ Firdaus Malik dan HRD PT East West Seed memberikan pemahaman dalam dunia kerja.
Job fair atau bursa kerja merupakan salah satu ajang penting yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan dalam satu tempat dan waktu.
Acara ini menjadi sarana strategis dalam dunia ketenagakerjaan karena memberikan berbagai manfaat baik bagi pencari kerja maupun pihak perusahaan.
Bagi pencari kerja, job fair menjadi kesempatan emas untuk menjelajahi berbagai peluang karier dalam waktu singkat.
Mereka dapat berinteraksi langsung dengan perwakilan perusahaan, memperoleh informasi mendalam tentang posisi yang ditawarkan, budaya kerja, hingga proses rekrutmen.
Interaksi ini memberi keuntungan lebih dibandingkan hanya melamar secara online, karena pelamar dapat menunjukkan antusiasme dan kepribadian secara langsung, yang sering kali menjadi nilai tambah.
Selain itu, job fair juga memberikan kesempatan untuk mengikuti proses seleksi di tempat, mulai dari tes awal hingga wawancara singkat.
Otomatis akan mempercepat proses rekrutmen dan memungkinkan pencari kerja mendapatkan pekerjaan lebih cepat.
Job fair juga berguna sebagai ajang belajar, di mana para pencari kerja dapat mengetahui tren pasar tenaga kerja, kebutuhan industri, dan memperbaiki cara mereka mempresentasikan diri.
Perusahaan memperoleh manfaat besar dari keikutsertaan dalam job fair. Mereka bisa menjangkau lebih banyak kandidat potensial dalam waktu singkat, menghemat waktu dan biaya rekrutmen dibanding proses konvensional.
Disisi lain Job fair memungkinkan perusahaan untuk membangun citra positif sebagai tempat kerja yang aktif mencari talenta. Ini juga memberi kesempatan untuk menjelaskan visi, misi, serta nilai perusahaan secara langsung kepada calon karyawan.
Jember – Banyak manfaat psikologis yang didapat dari acara reuni, mulai dari bertemu kembali dengan teman lama, berbagi tawa, hingga mengenang masa lalu yang dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan rasa bahagia. Hal tersebut tergambar jelas dalam kegiatan Reuni Perak Alumni Politeknik Negeri Jember (Polije) Angkatan 1997 yang digelar pada Minggu, 6 Juli 2025 di Gedung Peternakan Polije.
Acara yang dihadiri lebih dari 100 alumni, baik secara langsung maupun melalui Zoom, berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Reuni tersebut menjadi ajang mempererat kembali silaturahmi yang sempat terputus akibat kesibukan masing-masing alumni.
Selain bernostalgia, pertemuan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring sosial dan profesional antaralumni. Interaksi yang terjalin selama acara memberikan ruang bagi para peserta untuk saling berbagi pengalaman hidup, karier, dan inspirasi setelah puluhan tahun berpisah sejak masa kuliah.
Menurut Zaenal Arifin, alumni Polije angkatan 1991, reuni bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga sarana untuk mengapresiasi proses tumbuh bersama di masa lalu.
“Momen ini menjadi sarana untuk mengapresiasi proses tumbuh bersama yang pernah terjadi, selain itu reuni alumni merupakan wadah potensial untuk membangun jejaring profesional,” ujarnya.
Sementara itu, Bendahara Ikatan Alumni Politeknik Negeri Jember (IKAPJ) Arie Prihastuti menambahkan bahwa hubungan emosional yang telah terbentuk selama masa kuliah membuat kerja sama antarlulusan menjadi lebih mudah dan penuh kepercayaan.
“Banyak alumni Polije yang kini menempati posisi strategis di berbagai bidang. Reuni bisa menjadi awal kolaborasi baru untuk kemajuan bersama,” ungkapnya.
Ketua IKAPJ, Firdaus Malik, dalam sambutannya juga menegaskan bahwa reuni bukan hanya tentang kebersamaan, tetapi juga bentuk kontribusi nyata kepada almamater.
“Melalui kegiatan ini, alumni dapat berdiskusi dan memberikan masukan konstruktif bagi pengembangan kampus, mulai dari kurikulum, fasilitas, hingga dukungan beasiswa bagi mahasiswa aktif,” jelasnya.
Menariknya, reuni kali ini tidak hanya dihadiri oleh alumni angkatan 1997. Chalcink, alumni peternakan angkatan 2015, turut hadir dan memberikan pandangan positif.
“Kehadiran alumni yang sukses bisa menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Ini adalah bentuk terapi sosial alami yang memberikan kehangatan emosional dan rasa memiliki,” tutur Chalcink.
Dengan semangat kebersamaan dan kontribusi nyata terhadap almamater, Reuni Perak Polije 1997 membuktikan bahwa reuni bukan sekadar temu kangen. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah memperkuat jaringan sosial dan profesional, sekaligus merayakan perjalanan hidup para alumni yang terus berkiprah di berbagai bidang.
Acara Launching dan Sarasehan Budaya Festival Sumber Tunjung yang bertema “TILIK SUMBER: Menemukan Kembali Ruang Budaya dan Sejarah Desa sebagai Upaya Pelestarian Kehidupan Berkelanjutan” di Kecamatan Panti pada tanggal 3 September 2024 menjadi momentum penting dalam mengangkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan.
Dengan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting seperti Bambang Rudianto, S.Sos, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta Rifendi Wahjuwibakti, S.IP, Kepala Kecamatan Panti, acara ini juga dihadiri oleh para Kepala Desa dari tujuh desa di Kecamatan Panti dan guru-guru dari sekolah-sekolah setempat, menunjukkan dukungan yang kuat terhadap inisiatif pelestarian budaya dan lingkungan.
Sebagai narasumber, Gunawan Trip, Ketua Srawung Sastra, memberikan wawasan tentang pelestarian sastra dan seni tradisional. Siswanto S.Pd., M.A., Dosen Universitas Jember dan Ketua Lesbumi PCNU Jember, serta Firdaus Malik, S.ST, Aktivis Lingkungan sekaligus Ketua IKAPJ (Ikatan Keluarga Alumni Politeknik negeri Jember, juga memberikan kontribusi pada diskusi panel. Peserta acara terdiri dari siswa-siswa sekolah lokal, tokoh masyarakat, aktivis lingkungan, dan budayawan yang berpartisipasi aktif dalam diskusi yang berlangsung di Balai Kecamatan Panti.
Rangkaian acara dimulai dengan upacara pembukaan dan seremonial oleh para pejabat yang hadir. Dilanjutkan dengan diskusi panel yang diikuti dengan sesi tanya jawab, sebelum ditutup dengan pernyataan penutup. Dari acara ini, diharapkan tercapai beberapa hasil, antara lain meningkatnya kesadaran akan budaya dan sejarah lokal, penguatan ikatan komunitas melalui keterlibatan budaya, serta pengembangan strategi untuk kehidupan berkelanjutan dan pelestarian budaya. Acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar.
Melalui Festival Sumber Tunjung, diharapkan masyarakat dapat menemukan kembali nilai-nilai budaya dan sejarah desa mereka, serta berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan demi generasi yang akan datang.
Acara ini menjadi langkah awal dalam upaya pelestarian kehidupan berkelanjutan melalui pengenalan kembali terhadap ruang budaya dan sejarah desa. Dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat, hingga generasi muda, diharapkan kesadaran akan pelestarian budaya dan lingkungan semakin meningkat.
Pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, namun harus menjadi komitmen bersama bagi seluruh masyarakat. Dengan memahami nilai-nilai budaya dan sejarah lokal, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan turut serta dalam menjaga kelestariannya.
Festival Sumber Tunjung juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk lebih mengenal warisan budaya dan sejarah desa mereka. Dengan demikian, generasi muda diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan.
Pelestarian budaya dan lingkungan bukanlah hal yang mudah, namun dengan adanya kesadaran bersama dan komitmen untuk bertindak, hal ini dapat tercapai. Melalui Festival Sumber Tunjung, diharapkan akan lahir gerakan yang lebih luas dalam menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan, sehingga dapat diteruskan hingga generasi-generasi mendatang.
Dengan demikian, Festival Sumber Tunjung bukan hanya sekadar acara seremonial, namun merupakan langkah nyata dalam upaya pelestarian kehidupan berkelanjutan melalui pengenalan kembali terhadap ruang budaya dan sejarah desa. Semoga festival ini dapat menjadi titik awal bagi perubahan positif dalam menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan di Kecamatan Panti dan sekitarnya.